Sabtu, 04 Januari 2014

waktu subuh


Suara adzan telah bergema
Disetiap sudut belahan dunia
Saat itu pula perlahan ku buka mata
Dan beranjak aku dari tempat tidur,
Saat mentari masih bersembunyi..

Angin yang menusuk tak ku hiraukan
Pekatnya langit tak jadi halangan
Diantara dinginnya jutaan tetes air wudhu ini,
Aku berucap lirih, untuk-Mu aku bersuci dan untuk-Mu aku berserah diri..

Ku gelar sajadahku
Ku bersiap tuk sujud kepada-Mu
Ku merintih dalam dada
Ku memohon dalam doa
Ku bersimpuh dengan air mata
Ku akui ku berlumur dosa
Ku ini makhluk tak berdaya
Ku ingin selalu berada di pelukan Mu...

penghujung malam


Ketika engkau masih terlelap,
Aku terbangun..
Ketika engkau sedang berjelajah dalam khayal,
Aku bersuci dengan air wudhu ku
Dan ketika engkau tak sadarinya,
Aku berlutut dan bersujud dihadap-Nya
Di penghujung malam ini ku luapkan segala pengharapan..
Hanya harapan,
Lalu tangan ku menengadah kepada-Nya
Memohon dengan belas kasihan dari-Nya
Bagaikan seorang anak yang merengek pada ibunya..
Aku tetesan ribuan derai air mata untuk kita yang berisikan aku dan kamu..

Jumat, 03 Januari 2014

bukan Ferrari bukan Lamborghini


Bukan ferrari
Bukan pula lamborghini yang kumau
Hanya satu
Dan begitu sederhananya itu
Izinkan aku dapatkan restu kedua orangtuamu
Entah bagaimana caranya harus kujalani semua
Cinta sejati selalu butuhkan pejuang,
Dan pejuangpun akan selalu membutuhkan cinta
Aku tak akan menyerah
Akupun tak ingin menyerah
Tak mengapa bila pahit kini kujalani
Jika manis yang kan kukecap nanti...

air mata dan duka


Tersadar saat gelap dan sepi menerkam hati..
Bawa aku pada suasana lalu..
Dimana kurasa bahagia tanpa kecewa..
Tanpa ada air mata dan  duka..
Mengapa harus ada perpisahan meski itu hanya smentara?
Mengapa harus ada duka yg selalu membawa luka..
Oh waktu, segeralah bawa jiwa dan raga nya kembali..
Namun jika hanya separuh hati, jauhkanlah..
Disini aku bermandikan keringat kesabaran tuk menantinya..
Dan berlari utk menggapainya,
seluruh ruang hatinya...