Rabu, 02 Juli 2014

keegoisanku kah ini?

Apakah aku yang terlalu egois untuk tak biarkanmu pergi sedetikpun?. Mungkinkah aku terlalu menyiksamu untuk selalu tinggal bersamaku?. Aku hanya takut tuk melewati hari bersama sepi. Hanya bertemankan sepi dan sendiri. Aku tak pernah bahagia selamanya disini tanpamu. Namun aku akan berusaha untuk lebih mengerti cinta dengan segala yang akan terjadi dan yang sudah terjadi. Sanggupkah aku tanpamu?. Lalu, rintih suaramu berbisik di telingaku "aku takkan pernah sanggup biarkanmu seorang diri terlalu lama". Sekarang yang aku ingat hanyalah dirimu. Dirimu yang selalu aku percaya pasti kembali lagi untukku. Bersamaku merajut asa dan mimpi. Berbincang tiada batas, bersenandung tiada pernah bosan, dan menggenggam waktu berdua selalu...

Bertahan

Jalan semakin berliku, akupun memahaminya
Sesekali badai menerpa terhadap apa yang telah kita arungi bersama
Jangan bunuh cinta dan kasih yang selama ini kita bina
Kedewasaan kan ajarkan kita tuk bertahan
Meski perih saat harus menahan ego
Meski tangis selalu mewarnai...

Senin, 24 Maret 2014

Putih Abu-Abu Ku

Tak terasa memang...
Ketika masa putih abu-abu kini kan segera beranjak
Segalanya tetap selalu terkenang
Entah dua puluh tahun lagi kan jadi apa
Namun selama itu pula,
Aku akan merindu segala yang pernah ada..
Terbesit secercah harapan tuk masa depan
Jalani dan hadapi
Meski yang kini akan segera pergi..
Masa putih abu-abu ku...

Sabtu, 04 Januari 2014

waktu subuh


Suara adzan telah bergema
Disetiap sudut belahan dunia
Saat itu pula perlahan ku buka mata
Dan beranjak aku dari tempat tidur,
Saat mentari masih bersembunyi..

Angin yang menusuk tak ku hiraukan
Pekatnya langit tak jadi halangan
Diantara dinginnya jutaan tetes air wudhu ini,
Aku berucap lirih, untuk-Mu aku bersuci dan untuk-Mu aku berserah diri..

Ku gelar sajadahku
Ku bersiap tuk sujud kepada-Mu
Ku merintih dalam dada
Ku memohon dalam doa
Ku bersimpuh dengan air mata
Ku akui ku berlumur dosa
Ku ini makhluk tak berdaya
Ku ingin selalu berada di pelukan Mu...

penghujung malam


Ketika engkau masih terlelap,
Aku terbangun..
Ketika engkau sedang berjelajah dalam khayal,
Aku bersuci dengan air wudhu ku
Dan ketika engkau tak sadarinya,
Aku berlutut dan bersujud dihadap-Nya
Di penghujung malam ini ku luapkan segala pengharapan..
Hanya harapan,
Lalu tangan ku menengadah kepada-Nya
Memohon dengan belas kasihan dari-Nya
Bagaikan seorang anak yang merengek pada ibunya..
Aku tetesan ribuan derai air mata untuk kita yang berisikan aku dan kamu..

Jumat, 03 Januari 2014

bukan Ferrari bukan Lamborghini


Bukan ferrari
Bukan pula lamborghini yang kumau
Hanya satu
Dan begitu sederhananya itu
Izinkan aku dapatkan restu kedua orangtuamu
Entah bagaimana caranya harus kujalani semua
Cinta sejati selalu butuhkan pejuang,
Dan pejuangpun akan selalu membutuhkan cinta
Aku tak akan menyerah
Akupun tak ingin menyerah
Tak mengapa bila pahit kini kujalani
Jika manis yang kan kukecap nanti...

air mata dan duka


Tersadar saat gelap dan sepi menerkam hati..
Bawa aku pada suasana lalu..
Dimana kurasa bahagia tanpa kecewa..
Tanpa ada air mata dan  duka..
Mengapa harus ada perpisahan meski itu hanya smentara?
Mengapa harus ada duka yg selalu membawa luka..
Oh waktu, segeralah bawa jiwa dan raga nya kembali..
Namun jika hanya separuh hati, jauhkanlah..
Disini aku bermandikan keringat kesabaran tuk menantinya..
Dan berlari utk menggapainya,
seluruh ruang hatinya...