Tercipta dan mengalir laksana
air. aku menemukanmu, mengenal setiap jengkal tentang dirimu dan..hatimu. Kau
tercipta tuk membuatku bahagia. Kau ada tuk sadarkanku, melihat dengan mata
hati betapa berharganya aku untukmu.
Kau bebaskan ketika aku terperangkap dalam emosi. Emosi tuk
dapatkan sesuatu yang belum tentu pasti menjadi milikku. Namun aku sadar, bahwa
aku ini hidup dan hidup akan terus berjalan. Akupun harus terus menapakinya.
Menelusuri setiap lembaran-lembaran perjalanan hidup. Aku harus terus berjalan.
Kau mencintaiku, karena itulah aku mencintaimu. Aku menemukan cinta yang besar
untukku di hatimu.
Ku sebut kau sebagai kekasih..
Engkaulah bingkisan Tuhan yang tercipta untukku. Kau dan
aku, mengukir kisah yang begitu bermakna. Kau bawa aku pada lembar hidup yang
baru. Sekali lagi, kau bebaskan aku dan hatiku.
Mungkin, bukan kamu yang mengajariku tentang berbagai hal,
maupun berbagai pelajaran berharga tentang setiap cerita di sudut hidup ini.
Namun menurutku, karena kau kini ada di hidupku, atau lebih tepatnya adalah
bagian dari hidupku.. aku mampu mengartikan hampir setiap hal kualami, setiap
hal yang disana aku turut ikut ambil andil dalam suatu permasalahan. Aku mampu
memahami cerita di panggung fana ini, karena kau juga mampu untuk itu. Bahkan
aku sempat tak percaya, kau bukanlah sosok yang begitu egois untuk seorang
lelaki yang menjadi pasangan seseorang.
Kau mampu memahami, kau mencoba belajar. Dan, aku bahagia menjadi hal
terindah yang kau miliki. Meski sempat ada sesal mengapa tak sejak lama aku
menemukanmu. Namun sudahlah, masa itu telah lama berlalu dan kini kau hadir tuk
menerangi sisi gelap hati ini. Hingga seluruhnya mampu bersinar, bak eloknya
cahaya bagaskara.
Kaulah yang pertama kali melakukannya padaku. Kau nyatakan
cinta dibawah pekatnya langit, bertemankan sepi, berhembuskan dinginnya angin
malam yang menusuk. Hanya bercahayakan lampu taman saat suasana masih terasa
lembab karena hujan mengguyur selama beberapa jam berlalu. Apakah ada yang
lebih romantis dari hal semacam itu? Jika ada, aku memilih untuk tak pernah
merasakan hal romantis lain selain di tanggal 29-Oktober-2012..
Bukan tanpa pemikiran yang matang. Bukan karena sesuatu hal
untuk ku jadikan pelarian semata. Bukan karena aku hanya menghargai perasaanmu.
Bukan karena aku tak mampu untuk menolaknya. Bukan itu. Semua telah kupikirkan
jauh-jauh hari sebelum kejadian ini dapat aku perkirakan bakal terwujud. Aku
hanya berpikir bahwa aku berhak untuk bahagia. Salahkah? . aku ingin bahagia
dengan sosok yang mencintaiku dengan caranya sendiri.
Kau bawaku dalam dekapanmu. Hangat kurasa hingga tak ingin
sedetikpun aku melepasnya. Aku denganmu serasa berada dalam kehidupan yang
baru. Kehidupan yang bebas, kehidupan yang melegakan seluruh jiwa, pikiran
maupun perasaan. Aku bersamamu bagaikan menjadikan nyata berbagai mimpi-mimpi
yang selama ini hanya bisa aku simpan sendiri lalu ku bawa lari entah kemana.
Kini, bersamamu lah aku bebas bermimpi. Kita bermimpi, merangkai berbagai hal
yang sulit untuk terungkapkan. Hanya mampu kutuliskan saja sudah cukup mewakili
segalanya. Aku bersamamu, bak temukan
separuhku yang hilang. Lalu mungkinkah aku dapat temukan sosok sepertimu untuk
yang kedua kalinya?. Tidak. Aku tak sebodoh itu. Aku tak akan begitu saja melepasmu tuk mencari sebuah hati untuk
kesenanganku saja. Mencari sempurna, mencari yang lebih indah sekalipun mungkin
tiada habisnya. Namun masalah hati untuk kenyamanan dan kebebasan sulitlah
ditemukan. Maka dari itu, aku akan menjaganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar