Minggu, 16 Desember 2012

prosa, tentang segala yang kini ada


Tercipta dan mengalir laksana air. aku menemukanmu, mengenal setiap jengkal tentang dirimu dan..hatimu. Kau tercipta tuk membuatku bahagia. Kau ada tuk sadarkanku, melihat dengan mata hati betapa berharganya aku untukmu.
Kau bebaskan ketika aku terperangkap dalam emosi. Emosi tuk dapatkan sesuatu yang belum tentu pasti menjadi milikku. Namun aku sadar, bahwa aku ini hidup dan hidup akan terus berjalan. Akupun harus terus menapakinya. Menelusuri setiap lembaran-lembaran perjalanan hidup. Aku harus terus berjalan. Kau mencintaiku, karena itulah aku mencintaimu. Aku menemukan cinta yang besar untukku di hatimu.
Ku sebut kau sebagai kekasih..
Engkaulah bingkisan Tuhan yang tercipta untukku. Kau dan aku, mengukir kisah yang begitu bermakna. Kau bawa aku pada lembar hidup yang baru. Sekali lagi, kau bebaskan aku dan hatiku.
Mungkin, bukan kamu yang mengajariku tentang berbagai hal, maupun berbagai pelajaran berharga tentang setiap cerita di sudut hidup ini. Namun menurutku, karena kau kini ada di hidupku, atau lebih tepatnya adalah bagian dari hidupku.. aku mampu mengartikan hampir setiap hal kualami, setiap hal yang disana aku turut ikut ambil andil dalam suatu permasalahan. Aku mampu memahami cerita di panggung fana ini, karena kau juga mampu untuk itu. Bahkan aku sempat tak percaya, kau bukanlah sosok yang begitu egois untuk seorang lelaki yang menjadi pasangan seseorang.  Kau mampu memahami, kau mencoba belajar. Dan, aku bahagia menjadi hal terindah yang kau miliki. Meski sempat ada sesal mengapa tak sejak lama aku menemukanmu. Namun sudahlah, masa itu telah lama berlalu dan kini kau hadir tuk menerangi sisi gelap hati ini. Hingga seluruhnya mampu bersinar, bak eloknya cahaya bagaskara.
Kaulah yang pertama kali melakukannya padaku. Kau nyatakan cinta dibawah pekatnya langit, bertemankan sepi, berhembuskan dinginnya angin malam yang menusuk. Hanya bercahayakan lampu taman saat suasana masih terasa lembab karena hujan mengguyur selama beberapa jam berlalu. Apakah ada yang lebih romantis dari hal semacam itu? Jika ada, aku memilih untuk tak pernah merasakan hal romantis lain selain di tanggal 29-Oktober-2012..
Bukan tanpa pemikiran yang matang. Bukan karena sesuatu hal untuk ku jadikan pelarian semata. Bukan karena aku hanya menghargai perasaanmu. Bukan karena aku tak mampu untuk menolaknya. Bukan itu. Semua telah kupikirkan jauh-jauh hari sebelum kejadian ini dapat aku perkirakan bakal terwujud. Aku hanya berpikir bahwa aku berhak untuk bahagia. Salahkah? . aku ingin bahagia dengan sosok yang mencintaiku dengan caranya sendiri. 
Kau bawaku dalam dekapanmu. Hangat kurasa hingga tak ingin sedetikpun aku melepasnya. Aku denganmu serasa berada dalam kehidupan yang baru. Kehidupan yang bebas, kehidupan yang melegakan seluruh jiwa, pikiran maupun perasaan. Aku bersamamu bagaikan menjadikan nyata berbagai mimpi-mimpi yang selama ini hanya bisa aku simpan sendiri lalu ku bawa lari entah kemana. Kini, bersamamu lah aku bebas bermimpi. Kita bermimpi, merangkai berbagai hal yang sulit untuk terungkapkan. Hanya mampu kutuliskan saja sudah cukup mewakili segalanya. Aku bersamamu,  bak temukan separuhku yang hilang. Lalu mungkinkah aku dapat temukan sosok sepertimu untuk yang kedua kalinya?. Tidak. Aku tak sebodoh itu. Aku tak akan begitu  saja melepasmu tuk mencari sebuah hati untuk kesenanganku saja. Mencari sempurna, mencari yang lebih indah sekalipun mungkin tiada habisnya. Namun masalah hati untuk kenyamanan dan kebebasan sulitlah ditemukan. Maka dari itu, aku akan menjaganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar