Disaat semua sibuk berkata-kata, aku hanya mampu merangkai lalu menyimpannya ❤
Jumat, 03 Januari 2014
bukan Ferrari bukan Lamborghini
Bukan ferrari
Bukan pula lamborghini yang kumau
Hanya satu
Dan begitu sederhananya itu
Izinkan aku dapatkan restu kedua orangtuamu
Entah bagaimana caranya harus kujalani semua
Cinta sejati selalu butuhkan pejuang,
Dan pejuangpun akan selalu membutuhkan cinta
Aku tak akan menyerah
Akupun tak ingin menyerah
Tak mengapa bila pahit kini kujalani
Jika manis yang kan kukecap nanti...
air mata dan duka
Tersadar saat gelap dan sepi menerkam hati..
Bawa aku pada suasana lalu..
Dimana kurasa bahagia tanpa kecewa..
Tanpa ada air mata dan duka..
Mengapa harus ada perpisahan meski itu hanya smentara?
Mengapa harus ada duka yg selalu membawa luka..
Oh waktu, segeralah bawa jiwa dan raga nya kembali..
Namun jika hanya separuh hati, jauhkanlah..
Disini aku bermandikan keringat kesabaran tuk menantinya..
Dan berlari utk menggapainya,
seluruh ruang hatinya...
Selasa, 31 Desember 2013
aku bukan pujangga
Kepadamu kekasihku,
inginku rangkaikan ribuan kata untukmu
meski tak pandai ku bertutur bahasa
tak pandai ku tuk memilah kata
namun semua ini hanya ku tak ingin terus bermuram durja
karena memang aku ini bukan pujangga cinta...
mungkin kepada angin malam,
kuminta hadirkan hembusan hangat jiwamu selalu untuknya
bisikkan ke hatinya bahwa diri ini selalu berharap waktu kan cepat berlalu
hingga membawanya kembali dalam pandanganku
dan tenggelam pada nyamannya pelukanku..
mungkin kepada bintang-bintang,
kuminta terangilah mimpi-mimpi disetiap malamku
lalu bawalah ia kedalam anganku
hingga sirna segala risau yang mengganggu pikiranku
oh Sang Pencipta,
Penguasa alam raya,
abadikan selalu cinta dan ketulusan yang suci
Karena telah ku tambatkan ia sebagai inspirasi
Lalu kusajikan dengan beribu makna
dari cinta yang tercipta untuk dirinya
dan kesetiaan yang terucap dari bibirnya..
kini kusuguhkan dalam megahnya asmara kerinduan
hingga ku puitiskan segala rasa
Meskipun sekali lagi,
bahwa aku bukan pujangga cinta...
inginku rangkaikan ribuan kata untukmu
meski tak pandai ku bertutur bahasa
tak pandai ku tuk memilah kata
namun semua ini hanya ku tak ingin terus bermuram durja
karena memang aku ini bukan pujangga cinta...
mungkin kepada angin malam,
kuminta hadirkan hembusan hangat jiwamu selalu untuknya
bisikkan ke hatinya bahwa diri ini selalu berharap waktu kan cepat berlalu
hingga membawanya kembali dalam pandanganku
dan tenggelam pada nyamannya pelukanku..
mungkin kepada bintang-bintang,
kuminta terangilah mimpi-mimpi disetiap malamku
lalu bawalah ia kedalam anganku
hingga sirna segala risau yang mengganggu pikiranku
oh Sang Pencipta,
Penguasa alam raya,
abadikan selalu cinta dan ketulusan yang suci
Karena telah ku tambatkan ia sebagai inspirasi
Lalu kusajikan dengan beribu makna
dari cinta yang tercipta untuk dirinya
dan kesetiaan yang terucap dari bibirnya..
kini kusuguhkan dalam megahnya asmara kerinduan
hingga ku puitiskan segala rasa
Meskipun sekali lagi,
bahwa aku bukan pujangga cinta...
Selasa, 13 Agustus 2013
Keterpisahan dalam Ruang dan Jarak
Meski keterpisahan ini sering terasa pilu..
Namun aku masih bisa menitipkan cinta dan rindu pada jarak yang terasa,
Hingga nanti tiba saat kita kembali bersama..
Aku percaya, Tuhan akan menambah kekuatan cinta kita,
Saat kita benar-benar berusaha memperjuangkan apa yang
membuat kita bahagia..
Meski kita berada ditempat yang berbeda, namun aku
percaya kita masih berada dalam satu lantunan doa yang sama..
Kini aku tak perlu lagi gentar tuk jalani hubungan
berjauh jarak,selama kita masih dibawah langit yang sama..
Karena hanya bersamamu, sejauh apapun jarak terbentang
didepan mata, tak sebanding dengan kebahagiaan yang akan kita peluk bersama
kelak..
Tentunya disaat kita berhasil melewati ini semua...
Long Distance Relationship
Dan, akhirnya terjadi
juga. Mungkin harus ada saatnya , dimana kita tak saling bertemu, berjarak dan
berjauh dalam ruang dan waktu untuk sementara. Namun tak dapat kupungkiri hal
ini berat untukku. Hal ini kusebut long distance relationship. Memang suatu hal
yang sulit untuk dibayangkan, dan kenyataannya harus kulalui bersamamu. Engkau
tak mungkin selalu tinggal disini, di kota ini, Jogjakarta. Ribuan waktu aku
lalui penuh warna. Saat ini, harus aku tahan untuk sementara waktu. Untuk itu,
aku dan kamu bertanggungjawab menjaga hati masing-masing. Putih cinta kita kan
buktikan segalanya. Aku dan kamu kan kembali bersatu seperti sedia kala. Setiap
waktu berlalu selalu ada aku dan kamu. Berwarna, penuh keceriaan, itulah
kebahagiaanku denganmu.
Bersama denganmu, tak terkira indahnya hari telah terlewati,
jutaan menit berlalu tanpa terasa. Hadirmu menjadi pelengkapku di jagat raya.
Namun kini, jarak kita terbentang antara Anyer dan Parangtritis. Bagaimanapun
aku harus tetap tersenyum, meski dalam batinku selalu terhujam rindu yang tak
henti-hentinya membawa bayanganmu hadir disisi. Aku pasti bisa, melewati banyak
hari tanpa hadirmu, tanpa sentuhanmu, dan tanpa keceriaanmu. Meski sepi selalu
temani dan memenjarakanku kini. Namun aku tahu ini semua kan cepat berakhir.
Aku ingin melihatmu, pastikan bahwa kau baik-baik saja
tanpaku. Aku ingin menjamahmu, tuk tenangkan hatiku yang selalu gundah gulana
bila tanpamu disini. Aku ingin kau datang menemuiku, dan akan ku peluk erat kau
tak kulepaskan. Bertetes airmata dan bermandikan kerinduan, perasaanku yang
dalam kepadamu. Aku tak mengerti mengapa kusampai begini. Aku terlalu takut
jauh darimu. Aku haus akan dirimu. Dekap aku dalam mimpimu, dan dalam anganmu.
Entah apa yang akan dikatakan hujan ketika aku termenung
dan membisu dibawah rintikannya? Entah apa yang akan dikatakan sang mentari,
saat disela teriknya aku berlari mengejar dirimu? Aku berkemas, membawa semua
hatiku pulang. Tanpa pernah ada satupun asa terwujudkan. Hanya saja aku
merindukanmu. Itu saja, namun sulit untuk kau mengerti.
Perlahan aku mulai memahami, kepergianmu hanyalah
sementara. Tak mungkin kau selalu ada disini, di kota ini bersamaku. Perlahan
kau pun juga mulai mengerti, rinduku padamu adalah kepingan sayangku yang
terbungkus dalam suatu rasa yang selalu kusebut itu cinta.
Aku sempat bertemu denganmu, namun hanya dalam mimpiku. Aku
melihat senyum wajahmu yang buatku terkesima dan berbahagia. Kau peluk erat
tubuhku dan berkata bahwa kau tak akan pernah meninggalkanku meski kau jauh
dariku. Namun ketika ku membuka mataku dan merasakan yang tersisa hanyalah
airmata yang membasahi pipi. Dimana keindahan mimpiku? Bagaimana ia hadir dan
menghilang?
Kau tahu, aku mencintaimu seperti seorang ibu yang
menyayangi anak semata wayangnya. Hal itu berarti aku sangat takut untuk
kehilanganmu. Dan cinta yang mengajariku untuk melindungi
dirimu,hatimu,perasaaanmu, bahkan dari diriku sendiri.
Kuatkan hati kita menjadi kuat seperti kokohnya menara
ditengah keramaian kota. Lalu kita berdiri seperti prajurit berani didepan
musuh dan menghadapi senjatanya. Bila kita terbunuh, kita akan mati sebagai
martir, dan bila kita menang, kita akan hidup seperti pahlawan. Kesulitan yang
dihadapi dengan sekuat hati sungguh lebih mulia dibandingkan dengan mundur
dalam ketidakpastian.
Berikan aku kesunyian
Aku tak ingin kata, tak ingin pula suara apapun menerpa
telingaku..
Aku tak ingin kau, tak ingin kalian..
Aku tak ingin terbawa pada keramaian yang menjeratku..
Aku hanya ingin
kesunyian, yang mampu membuatku untuk berfikir dan menerka..
Hanya kesunyian yang mampu menghantarkanku pada
kedamaian..
Syair dan kata-kata, lupakan..
Kesunyian adalah segalanya,
Segala yang aku rasakan mampu aku resapi..
Pedih,duka,tawa ataupun airmata..
Semua ada dan nyata dalam kesunyian..
Teman terbaik diantara yang terbaik..
Berikanlah aku kesunyian..untuk ku peluk kedamaian...
Selasa, 26 Februari 2013
menangis dalam diam
Sekuat hati ku sembunyikan bulir bening ini dibalik
kegelapan. Aku menangis dalam diam, dalam dinginnya malam dan dibawah sinar
rembulan. Seakan mulut ini tak mampu lagi tuk ucapkan sepatah katapun. Hanya
airmata yang mampu mewakili segalanya.
Lalu, kau sadarinya. Kau berlutut dihadapku. Menggenggam
tanganku dan memohon maaf dariku. Aku tak kuasa. Aku mendongakkan leher ini
pada pekatnya langit, berharap bintang-bintang menyanyikan lagu kegembiraan
padaku. Namun, kau memaksaku untuk menatap wajahmu. Sekali lagi, aku tak kuasa.
Aku rapuh detik itu. Aku menyerah dalam keadaan membeku.
Memang akupun tak luput dari kesalahan, yang membuat kau
berubah dan menjadi dingin. Sedingin ribuan tetesan embun malam itu. Aku pun
turut menyesal telah membuatmu membenci.
Ribuan detik terasa sungguh menyesakkan dada. Kerinduan akan
senyumanmu, riang canda mu dan tawa lepasmu terus memenuhi ruang di kalbu.
Maafkan aku...
Langganan:
Postingan (Atom)